Terimakasih Gadia,
yang telah mengajarkan mama tentang kebaikan.
Mama belajar dari Gadia,
untuk bisa sabar
Saat Gadia harus dipaksa makan, setiapa kali Gadia harus sabar dipaksa, ditipu atau dipermainkan, supaya makanan masuk ke mulutmu.
Mama belajar dari Gadia,
bagaimana menjadi pemaaf
Ketika orang2 berperilaku menyebalkan, menginjak2 hak anak mama, mama marah dan mendendam. Tapi Gadia selalu mengajak mama tersenyum, dan menatap mama lembut seolah berkata, "Aku baik2 saja, kok, Mama!"
Ketika mama berbuat kesalahan, kekhilafan, kebodohan dalam merawat Gadia, Gadia tidak pernah dendam. Gadia selalu memaafkan mama.
Mama belajar dari Gadia,
untuk tidak membuat orang lain susah, tidak mau mengecewakan orang lain.
Saat Gadia sakit, Gadia selalu berusaha tidak menunjukkan betapa sakit Gadia sebenarnya.
Saat mama protes kenapa Gadia nggak mau duduk di high chair yang sudah papa beli jauh2, habis itu muka Gadia berubah dan mau disuapin sambil duduk di high chair.
Saat mama protes kenapa Gadia miminya sedikit, habis itu Gadia mimi banyak dan lama sampai Gadia muntah:(
Saat Gadia sudah sakit keras, Gadia masih mau mama ajak main dan tersenyum.
Mama belajar dari Gadia,
supaya selalu bersemangat hidup.
Saat Gadia masuk RS pertama kali, seharian Gadia muntah sampai 10 kali, tapi malamnya masih bisa berguling-guling.
Saat Gadia baru keluar dari ICU, Gadia sudah bisa main, guling-guling, duduk tegak, bahkan tersenyum manis.
Saat Gadia divonis gagal jantung,
Gadia masih lincah, senang belajar jalan, berdiri sendiri, jail, cerewet dan pintar sampai dokter-dokter pun bingung.
Mama belajar dari Gadia,
untuk menjadi kuat.
Saat Gadia menderita sakit yang amat sangat,
Gadia selalu berjuang dan tetap kuat.
Mama belajar dari Gadia,
untuk selalu berusaha menjadi orang baik.
Gadia yang baik hati, berempati tinggi.
Saat mama kesal dan menangis,
Gadia memeluk dan mencium pipi mama.
Mama sampai malu, padahal Gadia saat itu baru berumur 5 bulan.
Saat mama lega menemukan Gadia dan opung yang mama kira hilang di pelabuhan, mama bilang kalau mama kira Gadia diculik dan opung dibuang ke laut,
Gadia pun menghibur opung dengan membelai opung dengan lembut.
Mama lagi-lagi malu, padahal Gadia waktu itu baru berumur 7 bulan.
Setiap sifat buruk mama muncul:
pemarah, pembenci, pencaci, pengomel (pewufwuf, kata papa), pendendam, mama sedih.
Karena mama belum bisa seperti Gadia yang suci dan baik hati.
Mama tau dan yakin, walau hanya 9 bulan 25 hari kebersamaan kita, Allah pasti mengirimmu untuk kebaikan.
Allah pasti menginginkan mama belajar dari Gadia.
Maafkan mama, ya, Nak,
kalau mamamu masih saja buruk.
Tapi ada satu hal hal yang Gadia pernah ajarkan mama.
Bagaimana mencintai seseorang apa adanya.
Gadia sangat mencintai mama, betapapun buruknya mama, mama tahu itu.
Gadia selalu menangis setiap kali mama tinggal.
Lalu mama bayangkan, Gadia pasti juga sedih waktu akan meninggalkan mama.
Padahal mama tidak pantas untuk jadi alasan Gadia tinggal di dunia.
Setelah mama bisikkan ke Gadia, kalau mama rela Gadia pergi ketemu Allah,
baru Gadia pergi esoknya.
Terimakasih Gadia,
untuk mencintai mama apa adanya.
Terima kasih Gadia,
atas semua pelajaran kebaikan yang telah Gadia ajarkan.
Terimakasih ya Allah,
atas kesempatan yang Kau berikan
untuk bersama dengan Agadia,
anak cantik yang sangat istimewa
dan sempurna dimataku,
untuk dapat belajar ilmu kebaikan darinya.
Terimakasih ya Allah,
untuk membuat hidupku amat berarti
saat ia ada bersamaku.
Clementi, 19 Juni 2007
Wednesday, June 20, 2007
Thursday, May 24, 2007
Every second every minute every hour every day I think about you my Heaven's Angel!
MISS U SO MUCH GADIA!
Monday, May 14, 2007
Takkan terganti
Friday, May 04, 2007
Stop Mamarazzi!
Dari Gadia bayi, hobi mama fotoin Gadia. Dari Gadia bobo, nungging, senyum, nangis, diimunisasi, digendong orang2. Gadia sendiri sih seneng banget difoto. Suka gaya. Yg paling sering kyknya foto ama papa. Dua orang yg paling mama cintai. Tapi tetep aja kurang puas sih, karena bener2 nggak semua kelucuan, kecentilan, kegenitan, kecantikan dan semua kebaikan Gadia bisa ditangkap kamera. Banyak momen2 hilang karena mama kelamaan set kamera, misalnya. Ada juga saat mama lupa terus beli batere kamera dan lupa terus pinjem kamera yangkung waktu kamera yg biasa dipake utk motret dipegang papa di Singapura. Lumayan lama jadinya nggak ada foto Gadia. Banyak momen nggak sempet diabadikan kamera seperti Gadia pake topi rapper kalau jalan pagi di cinere (muka Gadia jadi tambah lucu kalau pake topi ala rapper, sering banget ditegorin ibu2 maupun BS/pembeti yg kegemesan), Gadia naik becak, Gadia main di lapangan, Gadia pake celana2 jeans-nya yang banyak dan gaya... ah banyak deh.
Akhirnya mama pinjem kamera yangkung waktu Gadia ulang bulan ke-9 tanggal 21 November. Foto terakhirnya adalah waktu lebaran, akhir Oktober. Jadi ada sebulan mama nggak foto2. Uuuugh bete dan nyeselnya kalau diinget.
Tapi rupanya ada kalanya dia sebel difotoin terus sama mama. Ini contohnya. Ini foto tanggal 22 November, sehari setelah Gadia ulang bulan. Tgl 21-nya kita rame2 ke Cinere Mal beli sepatu cat cit utk kado ulbul Gadia (alasannya karena di rumah sakit kalau kita kontrol 2 minggu sekali, dia suka banget pengen minta dititah liat anak2 lain, tp mama gak pernah kasih karena lante RS kotorrrhhhh).
Ini dia lagi mengagumi sepatunya

Mama fotoin terus jepret jepret jepret. Banyak fotonya, ini salah satunya, masih teteup mengagumi sepatunya.

Setelah beberapa kali jepret-jepret terus, akhirnya Gadia "protes". "Cukup, mama!" Lalu dia pun menghalangi mama mengambil fotonya.
Akhirnya mama pinjem kamera yangkung waktu Gadia ulang bulan ke-9 tanggal 21 November. Foto terakhirnya adalah waktu lebaran, akhir Oktober. Jadi ada sebulan mama nggak foto2. Uuuugh bete dan nyeselnya kalau diinget.
Tapi rupanya ada kalanya dia sebel difotoin terus sama mama. Ini contohnya. Ini foto tanggal 22 November, sehari setelah Gadia ulang bulan. Tgl 21-nya kita rame2 ke Cinere Mal beli sepatu cat cit utk kado ulbul Gadia (alasannya karena di rumah sakit kalau kita kontrol 2 minggu sekali, dia suka banget pengen minta dititah liat anak2 lain, tp mama gak pernah kasih karena lante RS kotorrrhhhh).
Ini dia lagi mengagumi sepatunya
Mama fotoin terus jepret jepret jepret. Banyak fotonya, ini salah satunya, masih teteup mengagumi sepatunya.
Setelah beberapa kali jepret-jepret terus, akhirnya Gadia "protes". "Cukup, mama!" Lalu dia pun menghalangi mama mengambil fotonya.
Wednesday, May 02, 2007
Gadia di NIT Newsletter
Terlalu Istimewa
Ku tatap gambar wajahmu
Sinar mata itu
Lirik senyumanmu
Pesona yang membelai
Wajahmu bercahaya
Memberi bahagia
Tiap yang memandang
Hati jadi salju
Kau terlalu istimewa
Kasih dan sayangmu terpancar
Seikhlas
Tiada batasan terus membara
Terkilan rasa jiwa
Inginku lihatmu dewasa
Apa daya
Tuhan lebih menyayangimu
Ku pasti kau berbahagia
Duduk di sampingNYA
Mendengar cerita
Segala rahsia
Tak tertanggung rindu
Mendengar suaramu
Tawa mengusik jiwa
by Adibah Noor
*Thanks tante Rani
Nostalgia-nostalgia
Wah udah lama nggak nulis di blog Gadia. Papa udah protes, tulis dong, Ma. Mama ber-excuse, abis mama kalau pagi kebluk dan mabuk, siang sibuk, malam ngantuk:D. Padahal banyak banget yang pengen mama tulis. Saking banyaknya, tapi nggak terstruktur nih. Jadi dinamain nostalgia2 aja.
Sekitar 2 minggu yang lalu mama-papa ke poliklinik Clementi. Inget Gadia kalau imunisasi di sana. Wuihhh... heboh... di antrian dia pasti akan ramah menyapa setiap orang. Terus tebar senyuman di sana sini. Ada koko di stroller lagi baca, dia ajak "ngobrol", eh kokonya malah cuek dan terus baca. Terus dia ngajak main si Indah, yg bbrp bulan lebih tua dari Gadia. (Kita sering ketemu si Indah ini dan kenalan sama orangtuanya). Gadia juga seneng mainin mainan stroller Indah yg banyak. Mama dosa nih, ngutang gak pernah beliin Gadia mainan stroller padahal niat dari dulu. Terus biasa deh, kalau digendong sama papa keliling2, dia bakal ditegorin ibu2, bapak2, oma2 dan opa2. Terus Gadia tak lupa memberi senyuman manis atau jeritan memekik khasnya "aaakh" kalau udah excited banget. Kemaren itu kita liat banyak bayi2 dan toddlers pada ngantri imunisasi. Uuuuhhhh inget Gadia!!!
Di ruang tamu kita, inget Gadia pasti bakal demen banget mengamati kaligrafi Asmaul Husna. Terus dia liatin seolah2 lagi baca dan ngerti. Mama suka kadang2 bacain keras2. Dia juga paling suka liat gambar 2 dimensi Ka'bah. Kayaknya menikmati banget Gadia kalau udah liat itu. Papa suka bilang, insya Allah nanti kita sama2 ke sana ya, sayang. Eh taunya Gadia gak perlu ke sana hehehe... atau sekarang dia suka jalan2 ke sana nggak tau juga deh ya.
Di halaman blok kita, inget Gadia suka main kuda2an di playground. Opung yang pertama ngajak Gadia ke sana kalau lagi jalan pagi. Didudukin di kuda2an yang ada pegangannnya. Waktu opung udah pulang, mama lanjutin deh suka ajak Gadia ke playground. Lumayan suka deh Gadia. Kadang2 mama ajak ke playground belakang yang deket sungai. Tapi di situ nggak ada kuda2an yg ada pegangannya. Jadi harus dipegangin terus, takut jatoh.
Sekitar 2 minggu yang lalu mama-papa ke poliklinik Clementi. Inget Gadia kalau imunisasi di sana. Wuihhh... heboh... di antrian dia pasti akan ramah menyapa setiap orang. Terus tebar senyuman di sana sini. Ada koko di stroller lagi baca, dia ajak "ngobrol", eh kokonya malah cuek dan terus baca. Terus dia ngajak main si Indah, yg bbrp bulan lebih tua dari Gadia. (Kita sering ketemu si Indah ini dan kenalan sama orangtuanya). Gadia juga seneng mainin mainan stroller Indah yg banyak. Mama dosa nih, ngutang gak pernah beliin Gadia mainan stroller padahal niat dari dulu. Terus biasa deh, kalau digendong sama papa keliling2, dia bakal ditegorin ibu2, bapak2, oma2 dan opa2. Terus Gadia tak lupa memberi senyuman manis atau jeritan memekik khasnya "aaakh" kalau udah excited banget. Kemaren itu kita liat banyak bayi2 dan toddlers pada ngantri imunisasi. Uuuuhhhh inget Gadia!!!
Di ruang tamu kita, inget Gadia pasti bakal demen banget mengamati kaligrafi Asmaul Husna. Terus dia liatin seolah2 lagi baca dan ngerti. Mama suka kadang2 bacain keras2. Dia juga paling suka liat gambar 2 dimensi Ka'bah. Kayaknya menikmati banget Gadia kalau udah liat itu. Papa suka bilang, insya Allah nanti kita sama2 ke sana ya, sayang. Eh taunya Gadia gak perlu ke sana hehehe... atau sekarang dia suka jalan2 ke sana nggak tau juga deh ya.
Di halaman blok kita, inget Gadia suka main kuda2an di playground. Opung yang pertama ngajak Gadia ke sana kalau lagi jalan pagi. Didudukin di kuda2an yang ada pegangannnya. Waktu opung udah pulang, mama lanjutin deh suka ajak Gadia ke playground. Lumayan suka deh Gadia. Kadang2 mama ajak ke playground belakang yang deket sungai. Tapi di situ nggak ada kuda2an yg ada pegangannya. Jadi harus dipegangin terus, takut jatoh.
Tuesday, March 20, 2007
Si pengelak perlak
Lagi nostalgia kemaren sama papa. Kita teringat, waktu di Parc Oasis dan Clementi, saat Gadia udah makin pinter guling sana guling sini, dia paling benci sama perlak. Padahal kita punya 3 lembar perlak untuk menutupi seluruh permukaan kasur dan seprei. Kalau ketiga lembar perlak udah digelar, Gadia dengan tak kalah cerdik selalu berhasil berguling ke pinggir kasur, dan hanya dalam hitungan detik kita sudah menyaksikan seuprit bagian seprei tak berperlak sudah basah oleh pipisnya… Baru aja ganti seprei padahal… ck ck ck …
Kadang2 perlak dia tendang sampe jauh, dan dia memilih duduk, tengkurep atau telentang di atas seprei kasur besar. Alas ompol juga dia tak sukai. Pernah beberapa kali dia malah mainin perlak sambil celananya udah basah dan tentu saja sudah ada genangan di seprei. Hehehehe….
Kadang2 perlak dia tendang sampe jauh, dan dia memilih duduk, tengkurep atau telentang di atas seprei kasur besar. Alas ompol juga dia tak sukai. Pernah beberapa kali dia malah mainin perlak sambil celananya udah basah dan tentu saja sudah ada genangan di seprei. Hehehehe….
Ups... kok gelap ya?
Mungkin aku harus berdiri
Mama toloooonggg!!!
The pretty girl who eats paper
Masih inget kan cerita Gadia si baik hati? Salah satunya kalau dia “diprotes”, dia pasti langsung cepet2 “memperbaiki” apapun yg diprotes. Dia paling nggak suka mengecewakan orang2 disekitarnya. Misalnya dulu Gadia pernah tiba-tiba mimiknya dikit dan sebentar. Mama protes, “Kok Gadia mimiknya gak banyak lagi kayak dulu, sih?” Eh, langsung dia mimik banyak dan malah muntah abis itu saking banyaknya:(.
Bahkan sampai Gadia sudah pergi pun, waktu mama protes kenapa Gadia nggak pernah datang ke mimpi mama, eh nggak lama Gadia pun langsung hadir dalam mimpi mama.
Sejak saat itu, Gadia beberapa kali hadir di mimpi mama. Salah satu yang paling lucu, waktu mama mimpi Gadia makan kertas banyak banget. Kertasnya panjang bergulung-gulung kayak mie. Dengan muka serius dan penuh perhatian, Gadia memasukkan kertas ke dalam mulutnya, mengemutnya sampe basah, terus membuangnya lagi. Mama kaget karena tumpukan kertas yang dibuang udah menggunung jadi gunung kertas. Mama godain Gadia, “Gadia, fluh, Gadia!” seperti yang mama suka bilang kalau Gadia makan kertas atau tisu dan sejenisnya. Eh, bener, mama masukin jari mama ke mulut Gadia, dan dibalik gigi atasnya, ada “bubur” kertas putih. Mama seneng banget habis mimpi itu. Kangen banget sama Gadia. Kata papa, sesama bayi-bayi dan anak-anak di surga pada suka gosipin Gadia… “There’s a new kid on the block. Itu tuh… the pretty girl who eats paper…”
Waktu mama (lagi-lagi) “protes” kenapa Gadia nggak pernah ketawa di mimpi mama, gak lama kemudian mama mimpi Gadia ketawa ngakak dan puas banget liat mama joget2. Belakangan, mama mimpi Gadia main laptop. Pernah juga sih mimpi Gadia main di sungai. Jadi lega, kalau menyadari Gadia di sana selalu bahagia.
Bahkan sampai Gadia sudah pergi pun, waktu mama protes kenapa Gadia nggak pernah datang ke mimpi mama, eh nggak lama Gadia pun langsung hadir dalam mimpi mama.
Sejak saat itu, Gadia beberapa kali hadir di mimpi mama. Salah satu yang paling lucu, waktu mama mimpi Gadia makan kertas banyak banget. Kertasnya panjang bergulung-gulung kayak mie. Dengan muka serius dan penuh perhatian, Gadia memasukkan kertas ke dalam mulutnya, mengemutnya sampe basah, terus membuangnya lagi. Mama kaget karena tumpukan kertas yang dibuang udah menggunung jadi gunung kertas. Mama godain Gadia, “Gadia, fluh, Gadia!” seperti yang mama suka bilang kalau Gadia makan kertas atau tisu dan sejenisnya. Eh, bener, mama masukin jari mama ke mulut Gadia, dan dibalik gigi atasnya, ada “bubur” kertas putih. Mama seneng banget habis mimpi itu. Kangen banget sama Gadia. Kata papa, sesama bayi-bayi dan anak-anak di surga pada suka gosipin Gadia… “There’s a new kid on the block. Itu tuh… the pretty girl who eats paper…”
Waktu mama (lagi-lagi) “protes” kenapa Gadia nggak pernah ketawa di mimpi mama, gak lama kemudian mama mimpi Gadia ketawa ngakak dan puas banget liat mama joget2. Belakangan, mama mimpi Gadia main laptop. Pernah juga sih mimpi Gadia main di sungai. Jadi lega, kalau menyadari Gadia di sana selalu bahagia.
Sunday, February 25, 2007
For an Angel of a Daughter
"She had a way about her that blessed every heart with LOVE"
"She touched the heart of everyone lucky enough to be part of her life"
There's love in
every thought of you,
And every cherished
memory, too,
For every day
your whole life through...
You've been an angel of joy!
HAPPY BIRTHDAY
Wednesday, February 21, 2007
We Miss You Lots
Tuesday, February 20, 2007
Happy Birthday To Our Special Daughter
Monday, February 05, 2007
I'll Take Care of You*
I'll Take Care of You*
I'll take care of you
Don’t be sad, don’t be blue
I’ll never break your heart in two
I'll take care of you
I'll kiss your tears away
I'll end your lonely days
All that I'm really trying to say is
I'll take care of you
I want you to know
I love you so
I'm proud to tell the world
You’re mine
I said it before
I'll say it once more
You’ll be in my heart
‘Till the end of time
I'll take care of you
Don’t be sad, don’t be blue
Just count on me your whole life through
Cause I'll take care of you
Steven Curtis Chapman
*Salah satu lullabies untuk menidurkan Gadia di gendongan mama
Tuesday, January 30, 2007
That Baby is Cute!
Mama iseng nih lagi ngelamun. Jadi ingat waktu Gadia pas ulang bulan ke-6. Mama pakein Gadia baju terusan rok pink, salah satu kado Gadia yang buanyak itu. Kita ke Poli Clementi mama mau tes darah untuk bikin visa. Mama gendong Gadia lewatin stasiun MRT. Eh, tiba2 ada seorang cewek ABG berseragam kayaknya sih SMP atau SD. Dia histeris ngeliat Gadia dalam gendongan mama, dia berteriak, "That baby is cute!". Lumayan kenceng. Teman-temannya, kira-kira 6-8 orang otomatis nengok ke arah Gadia. Orang-orang di sekitar situ jadi ada yang ngeliat juga. Mama senyum-senyum kege-eran. Sayang banget waktu itu nggak sempet difoto. Karena Gadia udah keburu bete dan kegerahan dengan baju itu, jadi pulangnya mama langsung gantiin baju Gadia.
Sunday, January 28, 2007
Cibang cibung splash splash!
Wuih... lihat sendiri deh gimana girangnya Gadia kalau lagi mandi. Foto di bak mandi pink diambil waktu Gadia baru berusia satu minggu. Lihat pusernya belum puput. Yang mandiin masih Eyang Amrullah, tetangga sebelah yang baik hati mandiin Gadia tiap hari sebelum pusernya puput karena emaknya Gadia belum bisa dan takuttt. Habis itu apalagi setelah Gadia udah bisa ngangkat kepala, dia makin centil kalau mandi. Dua foto lainnya, waktu kita baru pindah ke Parc Oasis. Girang banget Gadia mandi di bathtub. Mama tarik aja Gadia ke depan, ke belakang. Sampe dia merem melek keenakan.
Waktu udah bisa duduk sih... wah jangankan pas mandi. Baru denger mama bilang kata "mandi " aja dia udah nyengir sambil mengepakkan kakinya (ebek-ebek). Soundtrack-nya "cibang-cibung, cibang-cibung, cibang-cibung bung cibung bung". Pokoknya asal deh, asal Gadia senyum dan seneng banget.
Terus kalau mama bilang "splash-splash, you're making splash! ", Gadia bakal memukul-mukul air sampai bunyi, sampai air tumpah dari bak mandi, sampai becek. Pernah sampai mama basah kuyup. He he he... Waktu Gadia sakit, sedih deh. Ada saatnya dia nangis dan giginya gemerutuk waktu mandi. Mungkin kedinginan.
Gadia, di surga mandinya di sungai yah? Enak kan, bisa cibang-cibung dan splash-splash.

Waktu udah bisa duduk sih... wah jangankan pas mandi. Baru denger mama bilang kata "mandi " aja dia udah nyengir sambil mengepakkan kakinya (ebek-ebek). Soundtrack-nya "cibang-cibung, cibang-cibung, cibang-cibung bung cibung bung". Pokoknya asal deh, asal Gadia senyum dan seneng banget.
Terus kalau mama bilang "splash-splash, you're making splash! ", Gadia bakal memukul-mukul air sampai bunyi, sampai air tumpah dari bak mandi, sampai becek. Pernah sampai mama basah kuyup. He he he... Waktu Gadia sakit, sedih deh. Ada saatnya dia nangis dan giginya gemerutuk waktu mandi. Mungkin kedinginan.
Gadia, di surga mandinya di sungai yah? Enak kan, bisa cibang-cibung dan splash-splash.
Surat untuk anakku
Dear Gadia tersayang,
Gadia lagi apa di surga?
Lagi main-main sama malaikat ya?
Udah mimik belum?
Pasti mimik sama bidadari lebih enak ya ?
Gadia di sana nggak pernah sakit lagi kan ya ?
Gadia di sana main terus nggak capek lagi kan ya?
Di sini hujan terus, Gadia
Nggak berhenti-berhenti dari semalam
Gadia di sana lagi main hujan ya?
Tapi asyik, ya, habis itu nggak sakit kan ya?
Mama Gadia di sana jauh lebih cantik ya?
Lebih baik, lebih lembut, jauh lebih sayang ya sama Gadia?
Nggak pernah mengeluh ya?
Nggak pernah kesal?
Gadia, tapi Gadia masih ingat sama mama kan ya sayang?
Gadia jangan lupakan mama ya sayang
Nanti di hari kiamat Gadia masih kenal mama kan ya sayang ?
Katanya Gadia mau tunggu mama papa di pintu surga?
Tapi mama nakal, Gadia
Tapi mama banyak dosanya, Gadia
Masa mama bisa masuk surga?
Gadia bilangin Allah ya, mama nanti kepingin liat wajah Gadia lagi
Wajah Gadia yang cantik yang Subhanallah indahnya
Yang menyejukkan pandangan mama papa dan semua orang yang mencintaimu
Katanya, kalau mama papa sabar
Nanti Allah kasih balasannya
Kalau Allah izinkan, kita bisa bersama-sama lagi nanti
Tapi mama nggak tau kapan
Mama jadi nggak sabar mau kumpul bersama lagi
Tapi mama harus ngaca dulu ya, Gadia
Mama harus siap-siap dulu ya, Gadia
Mama nggak boleh bikin banyak dosa lagi ya, Gadia
Mama harus jauh lebih banyak lagi beramal ya, Gadia
Gadia, doain mama dong sayang
12 Januari 2007
Gadia lagi apa di surga?
Lagi main-main sama malaikat ya?
Udah mimik belum?
Pasti mimik sama bidadari lebih enak ya ?
Gadia di sana nggak pernah sakit lagi kan ya ?
Gadia di sana main terus nggak capek lagi kan ya?
Di sini hujan terus, Gadia
Nggak berhenti-berhenti dari semalam
Gadia di sana lagi main hujan ya?
Tapi asyik, ya, habis itu nggak sakit kan ya?
Mama Gadia di sana jauh lebih cantik ya?
Lebih baik, lebih lembut, jauh lebih sayang ya sama Gadia?
Nggak pernah mengeluh ya?
Nggak pernah kesal?
Gadia, tapi Gadia masih ingat sama mama kan ya sayang?
Gadia jangan lupakan mama ya sayang
Nanti di hari kiamat Gadia masih kenal mama kan ya sayang ?
Katanya Gadia mau tunggu mama papa di pintu surga?
Tapi mama nakal, Gadia
Tapi mama banyak dosanya, Gadia
Masa mama bisa masuk surga?
Gadia bilangin Allah ya, mama nanti kepingin liat wajah Gadia lagi
Wajah Gadia yang cantik yang Subhanallah indahnya
Yang menyejukkan pandangan mama papa dan semua orang yang mencintaimu
Katanya, kalau mama papa sabar
Nanti Allah kasih balasannya
Kalau Allah izinkan, kita bisa bersama-sama lagi nanti
Tapi mama nggak tau kapan
Mama jadi nggak sabar mau kumpul bersama lagi
Tapi mama harus ngaca dulu ya, Gadia
Mama harus siap-siap dulu ya, Gadia
Mama nggak boleh bikin banyak dosa lagi ya, Gadia
Mama harus jauh lebih banyak lagi beramal ya, Gadia
Gadia, doain mama dong sayang
12 Januari 2007
Thursday, January 25, 2007
Kalau
Gadia, kalau mama sekarang bisa tidur lagi habis subuh
Bukan berarti dulu mama sebel nggak bisa tidur lama
Karena harus mimiin – menggendongmu – menemanimu bermain – mengajakmu jalan pagi
Kalau mama boleh pilih, tentu mama lebih senang nggak tidur
Tapi bisa menyayangimu, mendekapmu dalam pelukanku, bermain bersamamu dan berjalan pagi denganmu
Gadia, kalau mama sekarang bisa berlama-lama di kamar mandi
Bukan berarti dulu mama kesal nggak bisa pipis dan pup dengan tenang
Karena mendengar tangisanmu dari kamar
Kalau mama boleh pilih, tentu mama rela tahan pipis dan pup
Atau terbirit-birit lari dari kamar mandi
Supaya Gadia nggak marah ditinggal mama
Gadia, kalau mama sekarang bisa bermesraan dengan papa
Bukan berarti dulu mama nggak suka kalau lagi berdua papa, tiba-tiba Gadia terbangun
Kalau mama boleh pilih, mama lebih senang kita bermesraan bertiga
Gadia, kalau mama sekarang bisa kerja di kantor lagi
Bukan berarti dulu mama nggak suka di rumah saja
Kalau mama boleh pilih, mama jauh lebih senang ada di rumah
Dua puluh empat jam bersamamu, menikmati keindahanmu
Meinikmati kebersamaan kita
Gadia, kalau mama sekarang bisa jalan-jalan di Orchard berjam-jam
Baca di Borders berjam-jam
Bukan berarti dulu mama nggak menikmati jalan-jalan denganmu
Kalau mama boleh pilih, mama lebih senang jalan-jalan ke mall
Sambil cari-cari nursing room, sambil gantian makan sama papa
Sambil gantian gendong sama papa
Sambil kebingungan kalau Gadia mulai capek
Sambil panik dan segera pulang kalau sudah terlalu lama
Itu jauh lebih mama nikmati
Gadia, kalau sekarang mama terlihat seperti sedang bersenang-senang
Gadia jangan marah ya
Gadia jangan salah sangka ya
Karena itu semua palsu
12 Januari 2007
Bukan berarti dulu mama sebel nggak bisa tidur lama
Karena harus mimiin – menggendongmu – menemanimu bermain – mengajakmu jalan pagi
Kalau mama boleh pilih, tentu mama lebih senang nggak tidur
Tapi bisa menyayangimu, mendekapmu dalam pelukanku, bermain bersamamu dan berjalan pagi denganmu
Gadia, kalau mama sekarang bisa berlama-lama di kamar mandi
Bukan berarti dulu mama kesal nggak bisa pipis dan pup dengan tenang
Karena mendengar tangisanmu dari kamar
Kalau mama boleh pilih, tentu mama rela tahan pipis dan pup
Atau terbirit-birit lari dari kamar mandi
Supaya Gadia nggak marah ditinggal mama
Gadia, kalau mama sekarang bisa bermesraan dengan papa
Bukan berarti dulu mama nggak suka kalau lagi berdua papa, tiba-tiba Gadia terbangun
Kalau mama boleh pilih, mama lebih senang kita bermesraan bertiga
Gadia, kalau mama sekarang bisa kerja di kantor lagi
Bukan berarti dulu mama nggak suka di rumah saja
Kalau mama boleh pilih, mama jauh lebih senang ada di rumah
Dua puluh empat jam bersamamu, menikmati keindahanmu
Meinikmati kebersamaan kita
Gadia, kalau mama sekarang bisa jalan-jalan di Orchard berjam-jam
Baca di Borders berjam-jam
Bukan berarti dulu mama nggak menikmati jalan-jalan denganmu
Kalau mama boleh pilih, mama lebih senang jalan-jalan ke mall
Sambil cari-cari nursing room, sambil gantian makan sama papa
Sambil gantian gendong sama papa
Sambil kebingungan kalau Gadia mulai capek
Sambil panik dan segera pulang kalau sudah terlalu lama
Itu jauh lebih mama nikmati
Gadia, kalau sekarang mama terlihat seperti sedang bersenang-senang
Gadia jangan marah ya
Gadia jangan salah sangka ya
Karena itu semua palsu
12 Januari 2007
Monday, January 08, 2007
With Hope
This is not at all how
We thought it was supposed to be
We had so many plans for you
We had so many dreams
And now you've gone away
And left us with the memories of your smile
And nothing we can say
And nothing we can do
Can take away the pain
The pain of losing you, but ...
We can cry with hope
We can say goodbye with hope
'Cause we know our goodbye is not the end, oh no
And we can grieve with hope
'Cause we believe with hope
(There's a place by God's grace)
There's a place where we'll see your face again
We'll see your face again
And never have I known
Anything so hard to understand
And never have I questioned more
The wisdom of God's plan
But through the cloud of tears
I see God's smile and say well done
And I imagine you
Where you wanted most to be
Seeing all your dreams come true
'Cause now you're home
And now you're free, and ...
We have this hope as an anchor
'Cause we believe that everything
God promised us is true, so ...
We wait with hope
And we ache with hope
We hold on with hope
We let go with hope
Steven Curtis Chapman
We thought it was supposed to be
We had so many plans for you
We had so many dreams
And now you've gone away
And left us with the memories of your smile
And nothing we can say
And nothing we can do
Can take away the pain
The pain of losing you, but ...
We can cry with hope
We can say goodbye with hope
'Cause we know our goodbye is not the end, oh no
And we can grieve with hope
'Cause we believe with hope
(There's a place by God's grace)
There's a place where we'll see your face again
We'll see your face again
And never have I known
Anything so hard to understand
And never have I questioned more
The wisdom of God's plan
But through the cloud of tears
I see God's smile and say well done
And I imagine you
Where you wanted most to be
Seeing all your dreams come true
'Cause now you're home
And now you're free, and ...
We have this hope as an anchor
'Cause we believe that everything
God promised us is true, so ...
We wait with hope
And we ache with hope
We hold on with hope
We let go with hope
Steven Curtis Chapman
Sunday, January 07, 2007
Mana Aisha?
Awalnya ama sengaja nggak beli makan ke food stall malay dan India di hawker bawah. Mama malah ke food stall baru yang mama belum pernah coba. Mama takut ke sana. Pasti mbak Indonesia dan kakek sarung mini India bakal bertanya, “Mana Aisha?” Dan mama enggan untuk membuka mulut. Tapi hari Kamis kemarin, mama kuatkan melangkah ke sana. Toh cepat atau lambat mama harus kasih tau mereka juga. Mereka fans berat Gadia alias Aisha. Setiap mama lewat atau beli makan, mereka pasti ajak Gadia ngobrol dan main. Apalagi kakek India. Dia bisa cubit2 pipi Gadia, atau minta izin untuk gendong tapi mama nggak pernah kasih. Ada lagi fans Gadia di hawker center situ, satu auntie satu lagi uncle yang pernah kasih handphonenya ke Gadia, kasih liat kartun. Mbak Indonesia menyapa mama ramah. Lama tak jumpa, katanya. Mama bilang di Indonesia. Ooh, jadi Aisha di Indonesia. Mama bilang, “Aisha sudah meninggal, mbak.” “Hah?” “Iya, Aisha sudah meninggal, Desember lalu.” “Bohong, tidak benar itu. Bohong, kan?” “Bener.” Mbak itu menangis seketika. Dia lari ke belakang dan menyembunyikan wajahnya. Lumayan lama. Sampai bosnya yang melayani mama. Dia bilang, sabar ya. Ya, siapa yang percaya Gadia yang dulu tukang senyum, bohay dan sehat wal afiat kini sudah tiada. Tapi dia selalu ada di hati mama, di hati papa, di hati semua orang yang mencintainya.
Don’t miss me too much part 2
Sampai rumah, lihat playpen di ruang tamu. Kosong. Lihat highchair. Kosong. Ingat Gadia kalau duduk di situ, dia malah memutar badannya 360 derajat menghadap ke senderan kursi. Dia amati dan pegang si Pierre, doggie beroverall abu-abu biru yang ada di senderan highchair.
Sampai kamar, oh, lihat kasur beseprei biru, tempat kita bertiga bobo. Lihat kasur pink bunga-bunga, tempat papa atau papa dan mama tidur kalau terusir oleh tuan puteri yang suka berguling-guling. Buka lemari, masih ada alas ompol, celana dalam dan baju Gadia.
Kita harus kuat ya, ma, kata papa. Iya, pa… Dan ingatlah, hanya dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang. Setelah berpikir begitu, baru mama sedikit lega.
Mama membayangkan Gadia berkata, “Don’t miss me too much. It’s very nice up here and I am doing great.”
Sampai kamar, oh, lihat kasur beseprei biru, tempat kita bertiga bobo. Lihat kasur pink bunga-bunga, tempat papa atau papa dan mama tidur kalau terusir oleh tuan puteri yang suka berguling-guling. Buka lemari, masih ada alas ompol, celana dalam dan baju Gadia.
Kita harus kuat ya, ma, kata papa. Iya, pa… Dan ingatlah, hanya dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang. Setelah berpikir begitu, baru mama sedikit lega.
Mama membayangkan Gadia berkata, “Don’t miss me too much. It’s very nice up here and I am doing great.”
Subscribe to:
Posts (Atom)
